Kamis, 22 Agustus 2013

Selatar Hidup

Selatar Hidup, Membuka Lembaran Warna Dunia
Mimpi di Alam Semeru
Tengah Kota Malang, Menjelang Siang, 10.21
22 Agustus 2013

Hari ini aku bergeming, mengingat janjiku dengan 6 sahabat pejuang alamku.
Semeru. 7 Sahabat. 7 Mimpi. 7 Janji. 10 Tahun lagi.
Ini langkahku, jalan yang kupilih untuk memulai semuanya...
Aku tidak ingin hanya berjalan,tanpa tahu apa harus kemana aku menuju.
Aku punya tujuan, jelas, kongkrit, dan aku akan berlari menujunya.
Memang tidak mudah menghidupkan semuanya, apalagi bagi seorang muslimah.
Yang masih banyak memandang, muslimah harusnya cukup jadi pendidik yang baik bagi keluarganya.
Itulah jihadnya, menjadi istri, ibu, yang sholehah bagi suami dan anaknya.
Tapi aku tidak ingin begitu.
Terlalu naif jika hanya bisa membentuk keluarga kecil yang robbani.
Aku mau, harus, dan akan bermanfaat untuk banyak orang, umat Islam.
Seperti Aisyah, wanita kokoh yang tangguh, bermanfaat, dan begitu indah lereng dakwahnya.
Aku ingin seperti Aisyah, dinilai Allah selayaknya muslimah yang tangguh, yang menisbahkan hidupnya untuk Ilmu, Islam, dan Dakwah.
Mimpiku... bukan hanya sekedar mimpi.
Tapi mimpiku akan jadi sepanjang jalan untuk membuka kenyataan, kebaikan.
Aku berdoa, Semoga Allah menjadikan jiwa yang ringkih ini mampu berdiri kokoh
Mampu berlari setiap saat untuk mengejar semuanya, semua kebaikan itu.
Allah, Engkau Maha Tahu...
Mampukanlah hati, pikiran, tenagaku untuk menggapainya...

Sabtu, 17 Agustus 2013

Taffakur




Sejauh-jauh mata memandang
Sedalam-dalam hati merasakan
Hanya setitik debu yang tertuang
Dalam syair pujian

Lepas hati memandang lautmu
Terheran diri pada langitmu
Berjuta kata tak cukup untuk
Melukis indahmu

Melihat bintang alangkah jauhnya
Melihat biru alangkah dekatmu
Melihat hutan melihat gunung
Siapa menjagamu?

Mendengar tangis dalam deritamu
Rasakan luka dihari-harimu
Pada siapa air mata ini ‘kan mengadu

Bumi akan sepi
Bangga sementara
Adakah tempat kembali?
Adakah selain Allah?


Taffakur: Opick.